Connect with us

Film

Lupin III: The First Review

Lupin melawan kelompok Nazi dalam pencarian harta karun Eclipse.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Maurice Marie Émile Leblanc adalah adalah novelis ternama asal Prancis yang meledak namanya setelah karakter ciptaannya, Arsène Lupin, menjadi idola. Karakter pencuri tersebut berhasil merebut hati pembaca di Prancis dan menghasilkan total 21 novel.

Arsène Lupin menginspirasi Kazuhiko Katō untuk membuat manga dengan tokoh utama seorang pencuri juga. Ia lalu menciptakan Lupin The Third yang disebut sebagai cucu dari Arsène Lupin. Manga ini pun sukses besar di Jepang.

Namun Kazuhiko Katō tidak pernah meminta izin secara resmi pada Leblanc mengenai karakter bikinannya itu. Ketika Lupin The Third muncul dalam versi anime dan disiarkan di Prancis namanya diubah menjadi Edgar. Popularitas manga dan anime Lupin The Third mendorong rumah produksi TMS Entertainment dan Marza Animation membuat versi layar lebarnya. Animasinya dibuat dalam versi 3D.

Lupin III: The First

Alkisah di masa perang dunia kedua, Profesor Bresson adalah arkeolog terkenal yang mengetahui rahasia mengenai harta karus bernama Eclipse. Ini merupakan sebuah senjata terkuat. Hal itu membuat Profesor Bresson menjadi incaran Nazi. Seorang peneliti Nazi, Profesor Lambert, mengejarnya untuk menguak rahasia Eclipse. Professor Bresson menulis rahasia menuju keberadaan Eclipse dalam buku hariannya dan menyimpannya.

Tahun 1960, di sebuah pelelangan barang berharga, buku harian Profesor Bresson dipamerkan kepada khalayak. Hal ini membuat banyak pihak menginginkannya. Tak hanya Profesor Lambert dengan kelompok Nazi saja yang menginginkan buku tersebut. Lupin The Third, cucu dari Arsène Lupin, juga menginginkan buku itu. Selain itu ada Fujiko dan Laetitia. Eclipse menjadi incaran banayak orang.

Lupin III: The First Review

Lupin III: The First

Setting dari plot cerita adalah di Eropa dan Amerika Latin. Jadi walau dialognya dalam Bahasa Jepang, tapi rasanya kita seperti menonton film animasi ala barat. Tokoh Lupin The Third ini mirip dengan tokoh Kaito Kid dalam Detektif Conan. Hanya saja Lupin The Third sendiri rilis lebih dahulu yaitu sejak tahun 1967. Selain itu Lupin The Third bukan pencuri yang bekerja seorang diri melainkan dengan tim yaitu Jigen yang ahli tembak dan Goemon yang ahli pedang.

Walau terasa banyak pengaruh animasi baratnya, ciri khas anime ala Jepangnya memang tetap kuat. Misalnya tokoh-tokoh yang ekspresif serta celetukan yang lucu. Kalau bicara soal plot maka plotnya sendiri sederhana dan tidak luar biasa.

Kita akan melihat tokoh protagonis yang mudah meraih kemenangan dan seringkali terlalu gampang lolos dari tangan antagonis. Tiap kali mendapatkan masalah para protagonis ini pun terlalu sempurna dalam meloloskan diri.

Bisa dibilang kisah mengenai pencuri, detektif, dan perburuan harta karun memang banyak disukai penggemar anime maupun manga. Tak heran plot cerita Lupin The Third ini banyak diadopsi pula dalam karya-karya lain dan masih relevan diangkat hingga sekarang.

Ide mengenai senjata Eclipse ini menarik karena tak hanya menggabungkan dunia masa lalu dengan sentuhan arkeologi tapi juga memiliki sentuhan futuristik. Seperti melihat film-film fiksi fantasi ala Interstellar.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect