Connect with us
layla majnun
Starvision

Film

Layla Majnun Review: Drama Puitis Menarik Meski Tidak Sempurna

Layla Majnun dapat tampil menawan dengan ragam kelebihan meski bukanlah garapan paling bagus dari Monty Tiwa.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Drama romantis memang menjadi genre film yang populer saat ini, terutama di Indonesia. Sudah ada banyak film yang mengusungnya, salah satunya adalah Layla Majnun yang merupakan film terbaru arahan Monty Tiwa dan tayang secara eksklusif di Netflix.

Menempatkan Acha Septriasa dan Reza Rahadian sebagai sepasang pemeran utama, film ini berkisah tentang Layla, seorang wanita Islami dengan pemikiran modern yang sangat menolak perjodohan, meski dirinya sendiri juga terkurung di dalamnya. Akan tetapi, dirinya mulai menemukan cinta kala bertemu Samir, salah satu mahasiswanya saat menjadi dosen tamu di salah satu kampus di Azerbaijan.

layla majnun

Starvision

Layla Majnun sendiri memiliki premis yang tergolong ringan, menampilkan kisah cinta antara dua orang yang terhalang oleh tembok perjodohan dan ekspektasi orang-orang terdekat. Hal seperti ini tentu akan mudah sekali untuk relate bagi orang Indonesia, utamanya yang berketurunan Jawa karena memang basis plot-nya dari sana.

Pacing penceritaan dari Layla Majnun sendiri tergolong slow tanpa ada kesan buru-buru, sehingga ceritanya mampu terbangun dengan apik. Akan tetapi, pacing ini seakan dipercepat kala mendekati akhir film. Hal tersebutlah yang mungkin menyebabkan film ini berakhir tanpa full closure dan meninggalkan beberapa subplot penting yang serasa menggantung begitu saja.

layla majnun film

Starvision

Spotlight dari Layla Majnun tentu dipegang oleh karakter Layla dan Samir. Layla sendiri merupakan representasi orang Indonesia modern dengan kecerdasannya dan mengedepankan emansipasi wanita, walau di saat yang sama ia masih mempertahankan aspek Islami yang telah dipupuk oleh keluarganya. Ini pula yang mendorongnya untuk menolak perjodohan dan mulai menemukan cintanya di tempat yang tak pernah ia duga.

Kemudian muncul Samir, seorang pria yang sedari awal kemunculannya diperlihatkan memang menyukai sosok Layla. Sepanjang film, kita akan melihat build-up mengenai motif dan interaksinya dengan karakter lain yang membuat karakternya believable. Tanpa chemistry yang tampil menawan antara Layla dan Samir, Layla Majnun tentu tidak akan terasa hidup.

Untuk itu, kelihaian Acha Septriasa dan Reza Rahadian patut diacungi jempol dalam film ini ini. Kemampuan mereka menampilkan cakupan emosi yang luas membuat film ini menjadi sarat akan makna dan sangat enjoyable, seperti halnya ketika mereka berdua tampil bersama dalam Test Pack (2012) yang juga disutradarai oleh Monty Tiwa.

Tidak hanya itu, jajaran supporting cast pun juga patut diapresiasi. Di antaranya seperti Baim Wong, Landung Simatupang, Dian Nitami, hingga Beby Tsabina yang mampu mendukung penampilan dari pasangan karakter utama di sini.

Selain itu, aspek teknis dari Layla Majnun sendiri tampak digarap dengan baik. Latar Azerbaijan yang digunakan di sini mampu ditampilkan dengan apik berkat sinematografi mumpuni arahan Anggi Frisca, yang juga sempat berkolaborasi bersama Monty Tiwa di Nona tahun lalu. Belum lagi dengan iringan musik dan suara latar menawan yang datang dari tangan dingin Andi Rianto, menjadikan segala momennya lebih hidup.

Akhir kata, Layla Majnun merupakan kisah cinta puitis yang menarik, meski tidak sepenuhnya sempurna. Walau bukan karya terbaik dari seorang Monty Tiwa, film ini sangat layak untuk ditonton bagi yang sudah jenuh dengan romance lokal yang itu-itu saja.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect