Connect with us
Justin Bieber Justice
Photo via Press

Music

Justin Bieber: Justice Album Review

Kembali menjajal musik pop, ‘Justice’ solid hadir sebagai album dengan vokalisasi terbaik Justin Bieber.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Satu tahun setelah ‘Changes,’ Justin Bieber kembali dengan album baru. ‘Justice’ mengusung ramuan berbeda dengan album sebelumnya. Membawa suara dan musikalitas yang lebih khas akan Bieber. Sekaligus memperlihatkan kemampuan vokalisasi terbaik, yang tidak diperdengarkan dalam album terdahulu.

Digadang-gadang akan meneruskan kesuksesan ‘Purpose,’ baik dari segi musikalitas dan chart, ‘Changes’ justru tidak mendapat hasil baik. Meski album ini tetap berhasil melahirkan beberapa hits, seperti “Yummy,” dan bertengger di tangga lagu.

Hadirnya ‘Justice’ tidak menjadi kabar mengejutkan. Sejak tahun kemarin, sang popstar aktif memberi update proses kreatif album ini. Disusul dengan meluncurnya beberapa single sejak kuartal keempat tahun kemarin. Bahkan bisa dikatakan ‘Justice’ menjadi salah satu album paling ditunggu-tunggu di tahun 2021.

Justin Bieber: Justice Album Review

Bieber mengharapkan album ini menjadi refleksi akan komitmen dan keyakinan yang ia bangun. Selain menyinggung pula bagaimana album ini menjadi ruang penghiburan dan penyembuhan bagi pendengarnya.

Digarap selama pandemi tidak membuat Bieber menjalani proses kreatif untuk ‘Justice’ seorang diri. Album ini memiliki campur tangan sederet produser dan pencipta lagu kenamaan. Beberapa sudah sering bekerja sama dengan Bieber. Walau kali ini Bieber tidak menggandeng partner dan kolaborator dalam menulis lagu, Poo Bear, yang sebelumnya bersama-sama mengerjakan ‘Journals’ di tahun 2013.

Penyanyi muda dari Kanada ini pun menggandeng sederet artis, rapper, dan penyanyi dari berbagai genre berbeda untuk berkolaborasi. Ada Khalid, Giveon, dan Daniel Caesar yang menegaskan R&B vibe dari album ini. Selain juga hadirnya Chance the Rapper, Burna Boy, dan Skrillex.

Hadirnya nama-nama kolaborator dari berbagai genre berbeda ini menjadi pembeda antara ‘Changes’ dan ‘Justice.’ Bila ‘Changes’ menjadi eksplorasi Bieber di genre R&B. Maka ‘Justice’ mengembalikan Bieber ke akar pop yang membesarkan namanya. Hanya saja kali ini diselipi dengan sentuhan R&B, new wave, funk, sampai balutan dance pop dan rock pop.

Eksplorasi berbagai genre berbeda ini untungnya digarap dengan matang. ‘Justice’ tidak terdengar sebagai album pop “campur-campur” yang asal memadupadankan genre. Bieber, bersama para kolaborator menjalin chemistry kuat yang mengikat ‘Justice’ menjadi album pop solid.

‘Justice’ dibuka dengan “2 Much,” yang menyadur sample dari pidato Martin Luther King Jr. Pada satu sisi, adanya cuplikan pidato tokoh revolusioner ini menegaskan tema justice yang ingin diangkat oleh Bieber. Sejalan dengan pandangan politik sang popstar yang mulai lantang bersamaan dengan gerakan Black Lives Matter.

Di sisi lain, adanya pidato tersebut sendiri juga berseberangan dengan sosok Justin Bieber. Sama sekali tidak mengejutkan bila track pembuka yang digarap oleh Skrillex ini menjadi kontroversi.

“As I Am” yang dibawakan bersama Khalid dibuka dengan vokalisasi khas dari kedua penyanyi; Dengan iringan instrumen elektro yang minimalis sebelum memuncak dalam tempo lebih cepat. Instrumen minimalis diadopsi kembali untuk “Off My Face.” Track ballad mengenai cinta ini bisa disandingkan dengan mega hits “Love Yourself” dari tahun 2015.

“Holy” menjadi single yang dirilis bersama Chance the Rapper pada bulan September lalu. Di single ini Bieber mengedepankan irama catchy nan lay back. Verse dari Chance the Rapper menjadi highlight manis yang melengkapi track ini. “Unstable” mengangkat tema yang terasa lebih private. Pendengar seolah diajak mendengar mengenai apa yang dialami dan dirasakan sang popstar.

Eksplorasi genre pop dimulai Bieber pada track selanjutnya. Menggandeng pop parvenu dari Florida, Dominic Fike, “Die For You” mengedepankan irama pop rock yang kental. “Hold On” dibuka dengan dentingan ballad yang mendayu. Sebelum pergantian beat membawa lagu ini menjadi sarat akan melodi synth-pop yang cukup khas.

Bieber mempertahankan tempo dari “Hold On” ke “Somebody,” yang menjadi track kolaborasi kesekian dengan Skrillex. Kedua track ini memiliki nafas pop di tahun 80an. Niche retro dan nostalgia yang sepertinya mau tak mau juga diadopsi oleh Bieber selayaknya musik mainstream lain.

“Ghost” kembali menyertakan irama pop rock. Kali ini dengan bassline dan permainan instrumen elektro yang kental. Sedangkan “Peach” yang menjadi title track memadukan vokal apik dari Daniel Caesar dan Giveon. Kedua kolaborator ini membantu membentuk “Peach” sebagai pop R&B track yang catchy sekaligus apik.

Berbicara mengenai vokal, Bieber memang bukan salah satu penyanyi powerhouse. Walau begitu dari track ke track di album ini, Bieber memperlihatkan vokalisasi yang apik. Bila kembali dibandingkan dengan rilisan-rilisan sebelumnya, vokal Bieber terdengar paling matang di album ini.

Sang popstar mempertontonkan permainan teknik vokal dari penggunaan suara dada sampai falsetto. Belum lagi warna suara Bieber yang memang khas; Menjadi sebuah nilai lebih tersendiri.

‘Justice’ menghadirkan berbagai sisi berbeda dari Justin Bieber. Sekaligus mengingatkan pendengar kembali pada musikalitas yang membesarkan namanya. Track demi track yang solid, dari berbagai genre berbeda dengan benang merah pop yang kental merupakan kekuatan utama album ini.

Click to comment

Demi Lovato Demi Lovato

Demi Lovato: Dancing with the Devil… The Art of Starting Over

Music

Blxst Blxst

BLXST feat. Ty Dolla $ign & Tyga: Chosen Single Review

Music

Kang Daniel Kang Daniel

Kang Daniel: Antidote Single Review

Music

Dave Grohl, Mick Jagger Dave Grohl, Mick Jagger

Mick Jagger with Dave Grohl: Eazy Sleazy Single Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect