Connect with us
IU LILAC
Photo via Soompi

Music

IU: LILAC Album Review

Salam perpisahan manis dari IU untuk masa mudanya menuju usia 30 tahun.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Dalam bahasa bunga, lilac memiliki makna ‘kenangan masa muda’, hendak memberikan salam perpisahan manis pada masa mudanya, IU merilis album kelimanya yang bertajuk “LILAC”.

Sudah mengijak usia 29 tahun (sesuai standard usia Korea Selatan), IU telah meraih banyak kesuksesan dan prestasi sebagai penyanyi solo maupun entertainer di industri hiburan Korea Selatan. Ia ingin menuangkan rasa bersyukur dan berterima kasih melalui orang-orang yang selama ini telah mendukungnya, termasuk UAENA (sebutan untuk penggemar IU).

Sebagai musisi yang sudah merasa berpengalaman, IU memutuskan untuk tidak mendominasi albumnya dengan lagu-lagu yang hanya ditulis maupun dikomposisi olehnya. Dengan harapan menghadirkan album yang kaya kisah dan warna musik yang beragam, IU tak ragu untuk hanya memasukan beberapa lagu yang Ia tulis (khususnya lagu-lagu ballad), kemudian dipadukan dengan track-track lain yang lebih catchy di telinga pendengar.

‘LILAC’ menjadi track utama sekaligus single yang dirilis bersamaan dengan perilisan album. Melalui lagu pembuka ini, terdengar warna musik yang sudah tidak asing lagi bagi kita; 80’s city pop. Memadukan bassline yang tebal dengan riff gitar sebagai aksen, ‘LILAC’ menjadi salah satu lagu up beat yang memang cocok dipilih sebagai salah satu single.

Secara gamblang, lagu satu ini terdengar seperti lagu cinta, bercerita tentang hubungan yang harus berakhir setelah 10 tahun lamanya, meski dengan segala kebahagian di dalamnya. ‘Hubungan’ dalam lagu ini sebetulnya menjadi metafora dari hubungan IU dengan masa mudanya sendiri, selama Ia berkarir di usia 20-an hingga akhirnya bersiap menyambut usia 30, menjadi sebuah perpisahan yang memang tidak bisa dihindari. Ada haru sekaligus semangat baru yang bisa kita lihat melalui video klip ‘LILAC’.

Pada hari yang sama IU merilis ‘Coin’ sebagai single untuk merayakan perilisan album “LILAC”. Jika kita masih mendengar ‘kepolosan’ dan youthfull energy dalam ‘LILAC’, ‘Coin’ memperdengarkan materi musik yang cukup berbeda dari persona IU pada umumnya. Dalam segi komposisi musik, ‘LILAC’ masih memperdengarkan nuansa retro pop, namun lebih bersemangat dan mature. Lebih didominasi dengan instrumen brass yang playful untuk memberikan sentuhan funk dan groove pada lagu. IU membawakan lagu dengan directing vocal yang lebih sexy ditambah dengan lirik rap yang cukup mengejutkan sekaligus fresh dari musisi manis ini.

‘Celebrity’ sudah menjadi track yang tak asing lagi bagi kita sebagai promotional single pertama. Melalui single ini, sebetulnya tak banyak ekspektasi yang dihasilkan, karena ‘Celebrity’ terdengar seperti tipikal light K-Pop song yang sesuai dengan warna vokal lembut dari IU. Dengan chorus ‘you’re my celebrity’ yang kemudian disambut dengan banger beat ala lagu pop masa kini.

Track ‘Flu’ dan ‘Ah Puh’ juga memiliki konsep aransemen musik dan lirik yang sudah tidak asing lagi dari standard K-pop modern, terutama dengan template chorus yang memiliki lirik hook minimalis, lebih mengandalkan komposisi musik yang catchy. ‘Ah Puh’ merupakan track yang playful, dengan pulasan retro dan disco pop yang cukup adiktif.

IU

Cita rasa baru yang akan kita temukan dalam album “LILAC” salah satunya adalah genre lo-fi pada track ‘Troll’ dan ‘Empty Cup’. Seperti dibawa terbang ke langit dengan warna merah mudah, ‘Troll’ menjadi track lo-fi yang berpadu dengan bubblegum pop, menjadi track cheerful yang lembut, sesuai dengan persona IU yang selalu manis. Dalam track ini, Ia berkolaborasi dengan DEAN yang memberikan tekstur pada track ini agar tidak “terlalu manis” dan terasa bland. Sementara ‘Empty Cup’ merupakan slow track tentang keengganan dan rasa lelah pada cinta. Masih memperdengarkan aransemen lo-fi dengan tempo lambat, track ini juga memiliki unsur R&B.

Sementara track seperti ‘Hi spring Bye’ dan ‘My Sea’ merupakan track slow ballad sebagai aksen dalam album ‘LILAC’ yang memiliki tracklist cukup meriah. ‘My Sea’ menjadi track pure ballad dimana kita akan dimanjakan dengan kualitas vokal IU yang semakin matang, bermain dengan dinamika nada hingga nada tinggi yang memikat.

‘Epilogue’ menjadi track penutup untuk “pesta” perpisahan IU dengan masa mudanya dalam album ini. Sesuai dengan judulnya, ‘Epilogue’ berhasil memperdengarkan musik lembut yang menandakan akhir bahagia dalam sebuah kisah. Aransemen musik kental dengan nuansa bedroom pop yang quirky dengan banyak aksen suara untuk melengkapi keseluruhan kompoisisi. Didasari dengan instrument gitar dan keyboard, kemudian berpadu dengan beat ala lo-fi, diberi aksen musik klasik dan backing vokal seperti rekaman kaset yang nostalgic.

Dengan visi sebagai album yang mengeksplorasi materi musik dan meninggalkan idealismenya, “LILAC” telah memenuhi ekspektasi IU sendiri untuk menghadirkan album yang meriah untuk merayakan kedewasaannya sebagai seorang musisi sekaligus seorang wanita. Cukup banyak track up beat yang catchy dan memberikan cita rasa berbeda, kemudian diimbangi dengan lagu-lagu ballad yang lembut. Hingga akhirnya kita selesai mendengarkan “LILAC”, kita bisa merasakan musisi favorit kita, IU, telah beranjak dewasa dan siap memulai baba baru dalam hidupnya; dan kita ada di sini untuk menyaksikannya.

Click to comment

dua lipa brit awards 2021 dua lipa brit awards 2021

Dua Lipa Dominasi Panggung BRIT Awards 2021

Entertainment

Julia Michaels Julia Michaels

Julia Michaels: Not in Chronological Order Album Review

Music

The Armed The Armed

The Armed: ULTRAPOP Album Review

Music

Young Stoner Life Young Stoner Life

Young Stoner Life: Slime Language 2 Compilation Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect