Connect with us
hit and run indonesia review

Film

Hit & Run Review: Komedi dan Aksi Ala Polisi Selebriti

Sebagai sebuah film action-comedy, film ini menunjukkan kualitasnya dalam memberikan hiburan baru kepada penonton di Indonesia.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Lebaran kali ini, ada empat film produksi dalam negeri yang dirilis. Salah satunya adalah Hit & Run. Film garapan sutradara Ody C. Harahap ini mengusung banyak bintang besar. Tak hanya aktor dan aktris dari generasi muda saja yang didapuk berperan tetapi juga pemain senior seperti Mathias Muchus dan Karina Suwandi.

Hit and Run berfokus pada tokoh Tegar Saputra. Ia adalah seorang polisi selebriti yang tampan, maskulin, kharismatik, tengil, dan suka melakukan pencitraan. Tegar diperankan dengan sempurna oleh Joe Taslim. Joe juga menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Palembang. Sepanjang film, suara Joe terdengar seksi secara stabil. Ekspresi wajah, gerak tubuh, dan vokal Joe menunjukkan kemahiran akting di atas rata-rata.

Tegar memiliki acara reality show dan ia selalu diikuti dua kameramen yang merekam aksinya memberantas kejahatan. Salah satu misi yang sedang dilakukan oleh Tegar adalah menangkap gembong narkoba, Coki (Yayan Ruhiyat). Demi mengendus keberadaan Coki, Tegar menangkap penipu kecil bernama Liow (Chandra Liow). Jejak Coki yang lain ia temukan melalui Meisa (Tatjana Saphira) seorang penyanyi dengan gaya bicara lebay. Satu persatu puzzle yang menunjukkan keberadaan Coki tanpa sengaja mengantarkan Tegar pada Jefri (Jefri Nichol) remaja tanggung yang cengeng.

Secara garis besar, kemampuan akting para aktor maupun aktris dalam film ini tak perlu diragukan. Meski Joe, Tatjana, dan Jefri bukan pelakon spesialis genre komedi, mereka mampu beradaptasi dengan baik. Joe tak hanya menampilkan adegan baku hantam yang keren tapi juga permainan watak yang menakjubkan. Kita akan dibuat gemas dengan sikap tengilnya. Joe selalu menjaga citra dan sangat narsis, dialog yang cringey pun menjadi terdengar asyik oleh Joe. Selain karena aktingnya, penciptaan karakter ini oleh penulis naskahnya juga memang sudah bagus.

Tokoh Tegar akan mengingatkan kita pada reality show polisi yang ada di televisi dan sudah lebih dulu tenar. Sepertinya acara itulah yang menjadi ide dari Hit and Run. Para polisi meski benar-benar bekerja untuk masyarakat, mereka juga memanfaatkan sorotan kamera untuk menciptakan image tertentu. Dalam hal ini, Tegar yang selalu berusaha terlihat keren dan jagoan dalam setiap shoot reality show-nya. Ia juga secara eksplisit menyuruh kameramen untuk mengambil gambar dari bagian kiri karena ia lebih tampan dari sisi tersebut.

Tatjana menunjukkan ia tak hanya bisa berakting dalam film drama atau berperan sebagai gadis cantik saja. Ia juga bisa tampil menggelikan dan norak. Meski karakter Meisa dari segi penampilan berkelas, lagu dan image yang ditampilkan cenderung kampungan. Namun, Tatjana mampu lebur ke dalam karakternya. Meisa mengingatkan kita pada Titi Kamal dalam film Mendadak Dangdut. Sementara itu gaya bicara Meisa terlihat mirip Syahrini. Meski Tatjana dan Joe memiliki perbedaan usia yang agak jauh, mereka mampu membangun chemistry dan terlihat seakan seusia.

Begitu pula dengan Jefri. Siapa sangka, aktor yang suka berperan dalam film drama anak muda ini dapat tampil childish dan menye-menye. Karakternya berubah 180 derajat. Jefri yang tampan dan menjadi idola banyak gadis muda berubah menjadi Jefri yang pengecut dalam Hit and Run. Sekali lagi, penulis skenarionya harus diberi kredit untuk karakter unik yang ia ciptakan ini. Karakter Chandra Liow sendiri sedikit mirip dengan kepribadian konten kreator itu dalam konten videonya di Youtube. Namun Chandra berhasil menyelipkan sedikit bumbu dalam karakternya ketika ia menjadi sosok anak yang penyayang pada sang ibu.

Sayangnya, karakter Coki kurang dikembangkan. Padahal seharusnya Yayan dicasting tak hanya untuk beradegan baku hantam. Seandainya saja ada pengembangan karakter yang lebih dalam, maka Coki dapat menjadi sosok penjahat yang tak terlupakan. Tapi di luar itu, adegan-adegan laga antara Coki dan Tegar sangat mencuri perhatian. Meski sedikit terlalu lama, adegan laga yang ditampilkan sangat segar. Hit and Run menunjukkan banyak kebaruan di sini. Rata-rata koreografi yang disajikan memang bagus, baik pada peran utama maupun pemeran pendukung. Ditambah lagi tim sinematografi mampu merekam tiap adegan laga itu dengan baik sehingga menambah debar jantung penonton.

Nampaknya sang sutradara ingin menonjolkan sisi pertarungan dari Hit and Run sehingga dapat dinilai sebagai film action yang “niat”. Hal itu tercapai apalagi ketika Coki dan Tegar akhirnya bertarung satu lawan satu. Kita mungkin tidak berekspektasi ketika adegan pertarungan kedua tokoh utama ini kemudian berubah menjadi sedikit gore. Namun bagian yang gore itu dibutuhkan agar Hit and Run tak dianggap sebagai film aksi yang main-main.

Hit and Run tak hanya menonjolkan perkelahian dengan tangan kosong saja tetapi juga senjata dan ledakan besar. Tembakan maupun ledakan ini bisa dibilang cukup profesional dan bagus untuk ukuran film produksi Indonesia. Bagian ini juga cukup menghibur. Begitu pula dengan musik latarnya, sangat sesuai dan mendukung. Sedikit yang disayangkan adalah naskah yang terasa tak rapi. Ada beberapa bagian di mana jalinan cerita nampak renggang dan terasa kosong. Beberapa adegan juga terasa tak perlu tapi dipanjang-panjangkan.

Tokoh pendukung seperti Mathias Muchus dan Karina Suwandi juga menunjukkan kebolehan mereka dalam berakting. Kedua tokoh ini memegang peranan penting dalam plot di bagian ending. Twist yang dibuat juga cukup bagus meski motifnya sedikit lemah. Sebagai sebuah film aksi sekaligus komedi, Hit and Run telah menunjukkan kualitasnya dalam memberikan hiburan baru kepada penonton di Indonesia.

Click to comment

Leave a Comment

leon the professional review leon the professional review

Leon: The Professional Review

Film

forgotten 2017 review forgotten 2017 review

Forgotten (Gi-eok-ui Bam) Review

Film

elite squad review elite squad review

Elite Squad (Tropa de Elite) Review

Film

city of god review city of god review

City of God (Cidade de Deus) Review

Film

Advertisement
Connect