Connect with us
Happy Old Year
Photo: GDH 559

Film

Happy Old Year: Tentang Minimalisme dan Kenangan yang Terbuang

Nawapol membawa sisi melankolis minimalisme dalam film terbarunya.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Awal bulan April ini, Netflix merilis film baru dari Thailand yang berjudul Happy Old Year. Sebenarnya, film ini telah di rilis sejak tahun 2019 lalu di negara asalnya. Bahkan film ini merupakan film yang populer dan berhasil mewakili Thailand untuk Penghargaan Oscar tahun ini, sayangnya Happy Old Year tidak masuk ke dalam nominasi.

Selain menjadi sutradara dalam film ini, Nawapol Thamrongrattanarit juga bertanggung jawab dalam penulisan naskah. Tokoh utama dalam film ini diperankan oleh Chutimon Chuengcharoensukying yang terkenal berkat perannya di serial Bad Genius (2017). Chutimon memerankan tokoh Jean, yaitu seorang perempuan muda yang terobsesi dengan gaya hidup minimalis.

Sejak berkunjung dari Swedia, Jean mendapatkan banyak informasi mengenai konsep minimalisme. Saat pulang ke Thailand, ia bertekad untuk merombak rumahnya menjadi bergaya minimalis. Walaupun sang ibu (Apasiri Chantrasmi) menentang, namun Jean tetap bertekad kuat. Jean mulai membuang barang-barang yang ia pikir tidak diperlukan lagi, hingga ia menyadari bahwa banyak sekali memori yang ikut terbuang bersama barang-barang itu.

Happy Old Year

Photo: GDH 559

Sentuhan Sederhana Sesuai dengan Konsep Minimalis

Film dimulai dengan kumpulan gambar-gambar ruangan bergaya minimalis milik Jean. Warna putih menjadi warna yang mendominasi film ini. Jika diamati, pakaian yang Jean gunakan selalu berwarna monochromatic, atasan berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam. Selain penampilannya, Jean juga memiliki prinsip hidup yang simple dan tidak banyak basa-basi.

Sama seperti sifat tokoh utamanya, Nawapol menggunakan teknik minimalis dalam filmnya ini. Beberapa kali kita hanya diperlihatkan sebuah video statis yang memperlihatkan bagian ruangan, suatu benda, atau hanya memperlihatkan angin yang menggerakan pepohonan. Musik yang digunakan tidak telalu beragam dalam film ini, justru keheningan dan dialog antar tokoh yang mendominasi. Alih-alih membuat bosan, Nawapol pintar memunculkan keintiman dari hal-hal yang sederhana dalam filmnya.

Jean bertemu kembali dengan mantan pacarnya, Aim (Sunny Suwanmethanont) sejak kepergiannya ke Swedia beberapa tahun lalu. Adegan pertemuan mereka dibuat simple tanpa banyak drama. Perbincangan keduanya penuh dengan basa-basi, namun beberapa kali disisipi sindiran. Nawapol memilih untuk mengambil gambar close-up dari kedua tokoh tersebut. Teknik yang ia gunakan membuat penonton mengetahui perasaan sebenarnya dari kedua tokoh itu, walaupun secara implisit.

Happy Old Year Review

Photo: GDH 559

Lebih Berfokus pada Hubungan antara Jean dan Aim

Jean hidup bersama ibunya dan seorang saudara laki-laki bernama Jay (Tirawat Ngosawang). Sejak film dimulai, penonton sudah berasumsi bahwa Jean sudah tidak memiliki seorang ayah. Satu-satunya hal yang dibahas tentang ayahnya adalah sebuah piano tua peninggalan sang ayah yang ada di lantai bawah rumahnya. Jean ingin menjual piano itu, namun ibunya menentang.

Tidak banyak yang diceritakan mengenai keluarga Jean, sehingga tidak ada dampak emosional yang berarti bagi penonton, padahal ledakan emosi beberapa kali di rasakan oleh Jean disebabkan keluarganya yang bermasalah. Memang sepertinya Nawapol lebih berfokus kepada hubungan pelik antara Jean dan Aim.

Reuninya dengan Aim menjadi titik balik emosional Jean. Chutimon menunjukkan bagaimana tokohnya berubah dari Jean yang berpola pikir simple, menjadi Jean yang emosional sejak pertemuannya dengan sang mantan. Sedangkan di sisi lain, Sunny menunjukkan karakter Aim yang terlihat lebih tenang dan ikhlas dengan hubungannya yang telah kandas. Chutimon dan Sunny sukses mengaduk-aduk perasaan penonton melalui kedua tokoh yang mereka perankan.

Secara keseluruhan, Happy Old Year sangat sesuai dengan judulnya. Kita diajak untuk kembali melihat masa lalu, namun juga menyadari bahwa kita tidak memiliki kehendak untuk merapikan, apalagi membuangnya sesuai dengan gaya hidup minimalis. Film ini menunjukkan bahwa teknik yang sederhana tetap dapat menghasilkan film yang berkualitas. Happy Old Year sudah available di Netflix.

Click to comment

Love and Monsters Review Love and Monsters Review

Love and Monsters Review: Petualangan Joel Melawan Monster Demi Cinta

Film

Two Distant Strangers Two Distant Strangers

Two Distant Strangers Review

Film

Thunder Force Thunder Force

Thunder Force Review: Film Superhero dengan Cita Rasa Parodi

Film

The Serpent Review The Serpent Review

The Serpent: Mengikuti Perjalanan Charles Sobrahj Memburu Hippie Traveler

TV

Advertisement
Cultura Live Session
Connect