Connect with us
gundala film 2019 joko anwar

Film

Gundala: Film Adaptasi Superhero Asli Indonesia

Ini adalah kesempatan pertama Joko Anwar dalam mengadaptasi film dengan genre superhero.

Berbicara mengenai film superhero pasti hal pertama yang akan muncul di pikiran adalah film dari MCU (Marvel Cinematic Universe) atau DCEU (DC Extended Universe). Hal ini menjadi sesuatu yang wajar jika melihat sudah lebih dari satu dekade Marvel telah memberikan film-film superhero berkualitas bagi para penggemarnya. Bahkan, beberapa tahun ke belakang DC tidak mau kalah dan telah memulai proyek film universenya sendiri. Popularitas film adaptasi superhero memang tidak bisa dianggap enteng, setiap kalangan dari berbagai umur dapat menikmati genre film yang satu ini. Bahkan setiap orang pasti memiliki superhero favorit dan jagoannya masing-masing. Namun siapa yang menyangka bahwa tahun ini Indonesia memiliki film adaptasi superhero asli Indonesia sendiri?

Gundala adalah film superhero yang disutradarai oleh Joko Anwar yang akan keluar di tahun 2019. Gundala merupakan adaptasi dari tokoh komik “Gundala Putra Petir” karya Harya Suryaminata “Hasmi” yang pertama kali keluar di tahun 1969. Di komik karya Hasmi, Gundala merupakan seorang ilmuwan bernama Sancaka yang berusaha menemukan serum anti petir dan secara tidak sengaja tersambar petir dan mendapatkan kemampuan untuk mengeluarkan petir dari tangannya. Sebagai sutradara sukses di kancah nasional dan internasional, rasanya Joko Anwar adalah orang yang tepat untuk menyutradarai film Gundala.

Sebagai salah satu sutradara terbaik di Asia, kemampuan Joko Anwar tidak perlu dipertanyakan lagi. Joko Anwar berhasil menyutradarai berbagai genre film, mulai dari komedi, noir, thriller, drama bahkan horror. Joko Anwar juga pernah berkesempatan menyutradarai season pertama salah satu serial di HBO Asia yaitu Halfworlds. Film Gundala sendiri adalah kesempatan pertama Joko Anwar dalam mengadaptasi film dengan genre superhero. Film yang diumumkan pada bulan Oktober tahun lalu ini telah mengeluarkan teaser pertamanya yang berdurasi satu menit di YouTube.

Dari teaser ini dapat dibilang bahwa adaptasi film superhero dari Joko Anwar ini sangat menjanjikan dan wajib ditonton oleh para penggemar superhero. Bahkan bisa dibilang kualitas produksinya tidak terlalu jauh jika dibandingkan film superhero milik Hollywood. Keseruan beberapa aksi di teaser ini juga memperlihatkan adegan yang dikoreografikan dengan sangat baik. Tidak hanya koreografi yang patut diacungi jempol, teknik pengambilan gambar juga membuat adegan aksi di film ini menjadi semakin intens. Hal ini terlihat dengan jelas dari cuplikan adegan Sancaka yang diperankan oleh Abimana Aryasatya ketika melawan musuh-musuhnya di akhir teaser.

Melalui teaser ini terlihat dengan jelas arahan tone dan mood yang diinginkan oleh Joko Anwar di film superhero adaptasinya ini. Tone dan mood yang tergambar dari teaser Gundala ini terasa dark dan sangat serius. Penonton dapat merasakan ada hal penting yang diangkat dan menjadi masalah utama dari film ini. Pemilihan lagu “The End of the World” dari penyanyi Skeeter Davis juga sangat mendukung dan membentuk atmosfer yang diincar film ini. Kemampuan petir Sancaka yang direalisasikan melalui VFX atau Visual effects juga terlihat pada akhir teaser ini. Meskipun tidak sesempurna film Hollywood, VFX yang ada di film ini tidak bisa disepelekan. VFX terlihat begitu natural dan menyatu dengan lingkungan serta akting dari para aktor.

Penonton juga sedikit diperlihatkan aksi Abimana Aryasatya ketika menggunakan kostum superheronya melalui teaser trailer ini. Kostum dari Gundala ini sebetulnya sudah dibocorkan melalui teaser poster tahun lalu. Jika dibandingkan dengan kostum karakter Gundala di komik, ada sedikit perubahan yang dilakukan oleh adaptasi film Joko Anwar ini. Perubahan ini bukanlah suatu hal negatif tetapi sebuah perubahan yang harus dilakukan agar karakter Gundala terlihat lebih menyatu dengan dunia nyata. Bisa dibilang dari teaser ini, perubahan kostum yang dilakukan berbuah manis dan memberikan sebuah ciri khas bagi karakter Gundala.

Kebanyakan orang Indonesia masih lebih memilih menonton film Hollywood daripada menonton film Indonesia.  Hal ini terjadi karena mayoritas orang Indonesia memiliki opini dan tanggapan yang negatif terhadap film karya negaranya sendiri.  Sebuah label bahwa film Indonesia memiliki kualitas yang buruk sebetulnya merupakan kesalahan rumah produksi yang memproduksi film komersil untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin tanpa mempedulikan kualitas dari produk yang mereka hasilkan. Memang masih banyak film dengan kualitas yang kurang baik di film Indonesia, tetapi jangan memukul rata dan menganggap bahwa semua film Indonesia adalah film yang buruk.

Jika mengintip sedikit teaser dari film Gundala ini terlihat dengan jelas kualitas yang bisa ditawarkan oleh film Indonesia. Mari berharap bahwa film Gundala menjadi bukti bahwa Indonesia juga bisa membuat film superhero yang berkualitas. Harus dipahami bahwa kerja keras para filmmaker Indonesia  dalam membuat film berkualitas akan menjadi percuma jika tidak didukung oleh warga Indonesia sendiri. Oleh karena itu, mari kita dukung film Gundala film superhero asli Indonesia yang akan hadir di tahun 2019 ini.

Click to comment

Leave a Reply

Connect