Connect with us
Godzilla vs Kong Review
Warner Bros. Pictures

Film

Godzilla vs Kong Review: Pertarungan Antara Dua Titan

Berbagai film yang mengedepankan persaingan dua tokoh utamanya memang sangat menggugah.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Pada 2016 lalu, sinema dihebohkan dengan dua film yang menduelkan dua tokoh penting, yakni Batman vs Superman: Dawn of Justice dan Captain America: Civil War. Lima tahun kemudian, Legendary dengan semesta sinematiknya melakukan hal serupa melalui film Godzilla vs Kong.

Godzilla vs Kong merupakan film produksi Legendary Pictures yang berada di bawah naungan Warner Bros. Pictures. Film arahan Adam Wingard tersebut menghadirkan ragam bintang, seperti Alexander Skarsgard, Rebecca Hall, Millie Bobby Brown, sampai Demian Bichir.

Seperti namanya, film ini menyorot perseteruan antara Godzilla dan Kong, dua makhluk Titan yang masih hidup di muka Bumi. Bukan hanya soal mencari tahu siapa yang lebih kuat, namun ada satu pihak yang nyatanya ingin mereka melawan satu sama lain demi agendanya sendiri.

Film satu ini dianggap sebagai titik puncak dari tahap pertama MonsterVerse dari Legendary. Seperti yang sudah dibangun di tiga film sebelumnya, pusat perhatian dalam semesta ini adalah makhluk Titan yang telah menghuni Bumi, utamanya Godzilla dan Kong sendiri. Ada banyak sekali lore yang diselipkan di dalamnya, sehingga akan lebih baik jika film ini ditonton setelah menyaksikan seri MonsterVerse secara keseluruhan, minimal Kong: Skull Island dan Godzilla: King of the Monsters yang memang berkaitan langsung dengan Godzilla vs Kong.

Godzilla vs Kong

Photo: Warner Bros. Pictures

Sepanjang film, penonton akan disuguhkan tentang berbagai kisah menarik yang meliputi kedua makhluk Titan tersebut dari berbagai sudut pandang manusia, baik dari karakter baru sampai yang kembali dari Godzilla: King of the Monsters. Walau memang peran manusia di sini tergolong minor, rupanya ragam perspektif yang ditampilkan, baik dengan kemasan kelam maupun yang fun sekalipun, memberikan rasa yang lebih dalam pada kisah yang menyelimuti dua Titan tersebut.

Godzilla vs Kong yang diposisikan sebagai puncak kisah Titan bagian awal ini menegaskan apa yang telah dibangun sedari tiga film MonsterVerse sebelumnya, yakni tentang Godzilla yang tidak ingin manusia mencampuri urusan Titan, serta Kong yang merindukan rumahnya setelah kejadian puluhan tahun lalu. Belum lagi dengan perseteruan antara sesepuh Godzilla dan Kong semenjak bertahun-tahun lamanya, menjadikan dua makhluk tersebut bersaing kembali seperti para pendahulunya.

Akan tetapi, pertarungan antara Titan tersebut bukan karena unsur genetik semata, melainkan ada campur tangan pihak ketiga yang menginginkan keduanya begitu. Kehadiran kelompok tersebutlah yang membuat Godzilla vs Kong ini terasa lebih menarik untuk dinikmati.

Hal epik yang dimiliki oleh Godzilla vs Kong adalah pertarungan yang terjadi antara keduanya. Walaupun jumlah pertarungannya bisa dihitung, akan tetapi setiap kemunculan keduanya dalam satu layar mampu membuat keseruan meningkat, seakan semua perasaan yang terpendam dari dua Titan tersebut berbaur dalam setiap serangan yang dilancarkan dan dapat dirasakan pula oleh penonton.

Serunya pertarungan antara Godzilla dan Kong juga didukung dengan aspek teknis yang digarap luar biasa. Salah satu di antaranya yang paling mencolok adalah scoring yang kolosal gubahan Tom Holkenborg, atau juga dikenal sebagai Junkie XL. Ia jugalah yang berkontribusi besar dalam Zack Snyder’s Justice League, sehingga berbagai momen terasa lebih hidup, terutama jika dinikmati dengan sound system yang megah.

Tidak hanya dari scoring, set design juga patut diberikan apresiasi lebih dalam Godzilla vs Kong. Melalui penampilan dunia masa depannya, film tersebut mampu menampilkan seberapa canggihnya peradaban dalam semesta MonsterVerse. Selain itu, penggambaran Hollow Earth yang sangat luas juga mampu ditampilkan dengan apik, memberikan kesan purbakala layaknya para Titan dalam semesta sinematik tersebut.

Pada akhirnya, Godzilla vs Kong adalah film epik tentang perseteruan yang tidak terlalu alami antara dua Titan terkait. Walau begitu, feel yang dihadirkan di dalamnya terasa wholesome, sehingga mudah sekali untuk menikmatinya, terutama jika ditonton langsung di layar lebar bioskop dengan segala sound system-nya yang super megah.

Click to comment

Girl From Nowhere Girl From Nowhere

Rekomendasi Serial Drama Thriller Remaja di Netflix

Cultura Lists

When I Grow Up Disney Junior When I Grow Up Disney Junior

When I Grow Up: What Do Your Little Ones Want to Be When They Grow Up?

Cultura Lists

Things Heard and Seen Things Heard and Seen

Things Heard & Seen: Percampuran Horror Supranatural dan Drama Rumah Tangga

Film

Jupiter’s Legacy Jupiter’s Legacy

10 Serial Terbaru di Netflix (Mei 2021)

Cultura Lists

Advertisement
Cultura Live Session
Connect