Connect with us
The Big 4
The Big 4 (Netflix)

Cultura Best

Cultura Best 2022: Film Indonesia Terbaik

Dari beragam genre, industri sinema Indonesia sajikan deretan film terbaik dengan bermacam representasi menariknya.

Seperti tahun 2021 sebelumnya, industri sinema di Indonesia pada 2022 ini masih berusaha bangkit untuk kembali jaya sembari beradaptasi dengan pandemi yang mulai renggang.

Seiring itu, berbagai sineas menyajikan bermacam-macam film yang dapat dinikmati penonton dalam beragam format, baik bioskop maupun platform streaming terkemuka.

Sepanjang tahun 2022, berbagai sineas berusaha menyajikan film terbaik versi mereka dengan genregenre terkait. Tak heran, ada beberapa film terbaik Indonesia yang sangat menarik untuk ditonton. Berikut 10 film Indonesia pilihan dalam Cultura Best 2022.

Review Ngeri-Ngeri Sedap

Imajinari

Ngeri-Ngeri Sedap

Bene Dion Rajagukguk memang lebih terkenal sebagai komika pada awal kariernya di dunia hiburan Indonesia. Sejak 2019, komika ini mulai menyusuri industri sinema Indonesia melalui ‘Ghost Writer’. Akan tetapi, gaungnya mulai terdengar ketika ia mengarahkan ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ pada pertengahan 2022 lalu.

‘Ngeri-Ngeri Sedap’ berfokus pada drama keluarga Domu dengan segala disfungsionalitasnya. Bene Dion Rajagukguk melalui representasi filmnya berhasil sajikan drama keluarga Sumatera yang terasa grounded. Tak hanya itu, porsi drama dan komedinya yang berimbang membuatnya sangat enjoyable. Apabila ingin menontonnya, saat ini sudah tersedia di platform Netflix.

Like & Share

Like & Share

Kekerasan seksual merupakan salah satu tindakan kriminal yang paling marak terjadi saat ini, utamanya pada berbagai kota besar di Indonesia. Namun, masih banyak korban yang enggan untuk mengemukakan ini ke permukaan karena beragam hal. Melirik ini, Gina S. Noer mengangkatnya dalam film ketiga arahannya yang berjudul ‘Like & Share’.

Dibintangi oleh Aurora Ribero dan Arawinda Kirana, ‘Like & Share’ berpusat pada kisah Lisa dan Sarah dalam mengarungi masa remaja yang ternyata berbeda jauh dari impian mereka berdua.

Berbeda dengan ‘Dua Garis Biru’ dan ‘Cinta Pertama, Kedua & Ketiga’ yang tampak bermain aman, Gina S. Noer lebih lantang dalam bertutur melalui representasinya yang bold dan sensual namun tetap tepat sasaran.

Mencuri Raden Saleh

Visinema

Mencuri Raden Saleh

Bagi penikmat sinema action, seri film ‘Fast & Furious’ tentu tak asing dengan premis dasarnya yang berfokus pada heist. Melalui seri tersebut dan berbagai karya lain seperti ‘Money Heist’ yang sangat populer, Angga Dwimas Sasongko berusaha menyajikan pengalaman serupa melalui film terbarunya, ‘Mencuri Raden Saleh’.

Bertabur banyak bintang muda industri sinema Indonesia, ‘Mencuri Raden Saleh’ berpusat pada kisah muda-mudi penuh talenta yang berusaha untuk mencuri salah satu lukisan di jajaran koleksi penguasa negara.

Melalui production value yang tinggi dan representasi yang unik, Angga Dwimas Sasongko berhasil sajikan drama pencuri yang menyegarkan dengan dukungan aksi pemompa adrenalin.

Preman

Introversy

Preman

Beberapa tahun ke belakang, industri sinema Indonesia diwarnai dengan deretan film action karena kesuksesan dari ‘The Raid’ pada 2011 lalu. Hal ini yang mendorong sineas untuk menyajikan laga menarik pada karya mereka. Salah satunya adalah Randolph Zaini yang hadir melalui ‘Preman’ yang secara eksklusif tayang di platform Amazon Prime Video.

‘Preman’ yang dibintangi oleh Khiva Iskak dan Muzakki Ramdhan ini berpusat pada kisah Sandi dan Pandu, ayah-anak yang terjebak dalam ancaman gembong kriminal dan berbagai anak buahnya.

Alih-alih tampil megah, feature film pertama arahan Randolph Zaini hadir dengan tema urban yang terasa lebih membumi dan tetap dengan aksi menawan sepanjang durasinya.

Qodrat

Magma

Qodrat

Horor menjadi salah satu genre langganan yang kerap menyambangi bioskop Indonesia. Hadir dengan premis yang kurang lebih serupa, genre ini mulai membuat bosan penikmat film Indonesia. Oleh karena itu, Charles Gozali berusaha memberikan ‘Qodrat’ yang ingin mendobrak pakem monoton dalam film horor.

Memboyong pasangan suami-istri Vino G. Bastian dan Marsha Timothy sebagai pemeran utamanya, ‘Qodrat’ menampilkan kisah dari ustad Qodrat yang kembali ke kampung halaman dan harus menghadapi makhluk gaib berbahaya yang mengancam lingkungannya.

Dengan leburan berbagai elemennya, film arahan Charles Gozali setelah ‘Sobat Ambyar’ tahun 2021 lalu ini tampil menggugah melalui aspek drama, horor, dan aksi yang berimbang.

Kukira Kau Rumah

MD Pictures

Kukira Kau Rumah

Terlepas dari berbagai penyakit mental yang dialami, diperlukan perhatian lebih untuk memahami para pengidap mental illness. Umay Shahab berusaha untuk menyorot isu ini melalui ‘Kukira Kau Rumah’, film panjang perdananya yang saat ini dapat disaksikan via platform Disney+ Hotstar.

‘Kukira Kau Rumah’ yang menempatkan Jourdy Pranata dan Prilly Latuconsina sebagai main cast ini berpusat pada kisah Pram dan Niskala yang ingin saling mengisi kekosongan dalam hidup terlepas dari rintangan dari semesta untuk mereka.

Dalam representasi yang terlihat puitis, feature film pertama Umay Shahab ini faithful dalam menampilkan drama pada pengidap mental illness yang sekaligus memberi insight berharga untuk menjalani hidup seutuhnya.

The Big 4

Netflix

The Big 4

Bagi penikmat sinema Indonesia, nama Timo Tjahjanto mungkin lebih dikenal dengan deretan film horornya yang sangat brutal. Seakan ingin mengubah trademark-nya, sang sutradara hadir dengan film laga komedi eksklusif Netflix yang berjudul ‘The Big 4’.

Membawa Putri Marino dan Abimana Aryasatya dalam jajaran cast-nya, ‘The Big 4’ menampilkan kisah polisi amatir yang terjebak dalam konflik masa lalu mendiang sang ayah dan mempertemukannya pada sekelompok mercenary didikan sang ayah.

Seperti ‘The Night Comes for Us’ yang tayang di Netflix pada 2018 lalu, Timo Tjahjanto tetap mampu sajikan laga yang brutal dalam durasinya. Film aksi ini terlihat lebih segar berkat komedinya yang berhasil mengundang gelak tawa beserta berbagai selipan slang berbau profanity tentunya akan membuat penonton sulit untuk beranjak dari film ini.

‘Penyalin Cahaya’ merupakan film panjang perdana dari sutradara Wregas Bhanuteja

Netflix

Penyalin Cahaya

Setiap orang dalam satu titik bisa menjadi korban atas satu dan lain hal. Namun, mengutarakan keluh kesah karena posisinya terkadang adalah hal yang sulit, utamanya karena opresi dari beragam kepentingan. Isu pelik seperti ini yang ingin dibawa oleh Wregas Bhanuteja melalui ‘Penyalin Cahaya’ sebagai directorial debut film panjangnya dan dapat dinikmati secara eksklusif di Netflix.

Mengusung Shenina Cinnamon sebagai Sur, film yang memiliki judul lain ‘Photocopier’ ini berpusat pada kisah Sur yang harus mengalami nestapa karena tuduhan atas dirinya dan berusaha untuk mencari tahu penyebab chaos dalam hidupnya tersebut. Premis yang penuh misteri serta didukung penampilan gemilang dari ensemble cast-nya menjadikan film ini sebagai salah satu yang terbaik di 2022.

Perfect Strangers Review

Falcon Pictures

Perfect Strangers

Setiap orang tentu memiliki rahasia, dan tentu mereka akan berusaha dengan segala cara untuk menutupinya dari permukaan. Sekilas, itulah yang ingin diangkat oleh Rako Prijanto dalam ‘Perfect Strangers’, film drama yang menjadi remake dari film 2016 berjudul sama karya Paolo Genovese.

Hadir dengan jajaran cast ternama seperti Vino G. Bastian, Darius Sinathrya, hingga Denny Sumargo, ‘Perfect Strangers’ berpusat pada tujuh sahabat pada jamuan makan malam penuh kemewahan yang menjadi semakin kelam karena terungkapnya masing-masing rahasia mereka.

Melalui dialog yang bold dengan menyinggung bermacam-macam isu sensitive dan dewasa, remake versi Indonesia yang hadir secara eksklusif di Prime Video ini sajikan pengalaman sinematik yang penuh intrik dan tense sepanjang 126 menit pemutarannya.

Noktah Merah Perkawinan

Rapi Films

Noktah Merah Perkawinan

Dalam berbagai pernikahan, perselingkuhan merupakan satu dari sekian banyak isu yang kerap hadir bertahun-tahun lamanya. Melalui polemik tersebut, hadir bermacam-macam media yang ingin mengusung isu ini. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sabrina Rochelle Kalangie dalam ‘Noktah Merah Perkawinan’.

Diadaptasi sinetron ternama berjudul sama, film yang dibintangi Oka Antara, Marsha Timothy, dan Sheila Dara Aisha ini berpusat pada pernikahan Ambar dan Gilang yang berada di ambang kehancuran, terutama setelah hadirnya Yuli di tengah-tengah mereka berdua. Sajikan peliknya pernikahan dan segala konfliknya dengan totalitas, Sabrina Rochelle Kalangie secara menawan gambarkan sinema yang membuat penonton melakukan refleksi dalam hidupnya.

Terlepas dari media yang tersedia, selalu ada film Indonesia yang akan memuaskan penonton dengan berbagai representasinya. Lalu, mana yang akan ditonton sembari menyambut pergantian tahun?

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023 10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

10 Film Nominasi Best Picture Oscar 2023

Cultura Lists

Balada Si Roy Balada Si Roy

Balada Si Roy Review: Lika-liku Perusuh Tatanan

Film

Elvis Elvis

Elvis Review: Kisah Jatuh Bangun King of Rock and Roll 

Film

the last of us episode 2 the last of us episode 2

The Last of Us (Episode 2) Review: Infected

TV

Connect