Connect with us
Concrete Cowboy Review
Photo: Netflix

Film

Concrete Cowboy Review: Komunitas Cowboy Kulit Hitam & Gentrifikasi

Diadaptasi dari komunitas cowboy kulit hitam di Fletcher Street, Philadelphia.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Apa yang muncul dibayangan kita ketika mendengar kata cowboy? Seperti apa ciri khas dari seorang cowboy? Mungkin sebagaian besar dari kita lebih mengenal cowboy sebagai pria Amerika berkulit putih yang mengendarai kuda, gemar menembak secara agresif dengan dua pistol di tangan mereka. Setidaknya seperti itulah image cowboy yang dipopulerkan oleh Hollywood selama bertahun-tahun.

“Concrete Cowboy” merupakan film terbaru di Netflix bertema cowboy di era modern yang benar-benar mengeksplorasi gaya hidup komunitas cowboy kulit hitam di Fletcher Street, Philadelphia.

Dibintangi oleh Caleb McLaughlin dan Idris Elba yang juga bertindak sebagai produser untuk film ini. Film drama fiksi ini diadaptasi dari novel bertajuk Ghetto Cowboy karya Greg Neri. Dalam film ini cast juga diisi oleh beberapa anggota asli dari komunitas Fletcher Street Urban Riding Club.

Mengenal Komunitas Cowboy Kulit Hitam dan Perjuangan Bertahan dari Gentrifikasi

Sama halnya dengan “Nomadland” yang mengajak kita mengenal gaya hidup pengembara di era modern, “Concrete Cowboy” juga menyajikan kisah yang dekat dengan realita dan otentik.

Tidak se-flashy cowboy yang selama ini kita lihat di film-film laga Hollywood, cowboy kulit hitam di Fletcher Street bisa dibilang sedang berjuang dengan segala keterbatasan dan bayang-bayang akan gentrifikasi. Justru jauh dari cowboy yang terkenal dengan kelihaiannya memegang hand gun, komunitas cowboy dalam film ini dikisahkan sebagai alternatif bagi para penduduk urban untuk mengalihkan dari gaya hidup jalanan yang dekat dengan kriminalitas.

Kecintaan mereka pada kuda menjadi highlight yang ditonjolkan dalam “Concrete Cowboy”. Bagaimana mereka merawat dan memperlakukan kuda kesayangan mereka, dan krisis lahan akan kandang kuda yang menjadi salah satu masalah. Dalam beberapa dialog, dibahas juga bagaimana cowboy kulit hitam dihapus dalam sejarah. Ada cukup banyak informasi yang berdasarkan kenyataan bisa kita dapatkan melalui film ini, meski kisah utama dengan karakter Cole dan ayahnya merupakan materi fiksi untuk mendramatisir cerita.

Concrete Cowboy

Photo: Netflix

Aplikasi Tema Coming of Age untuk Memperlihatkan Sisi Lain Fletcher Street

Cole yang diperankan oleh Caleb McLaughlin menjadi protagonis dalam “Concrete Cowboy”. Lahir di Fletcher Street, Cole tumbuh besar di Detroit bersama ibunya setelah berpisah dengan ayahnya saat masih kecil. Karena kerap terlibat dalam perkelahian hingga akhirnya dikeluarkan dari sekolah, ibu Cole mengirimnya kembali ke Fletcher Street untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya selama musim panas.

Tak secara sederhana memperlihatkan proses Cole mendalami kehidupan cowboy, ada konflik batin yang dimasukan dalam kisah; antara secara utuh memeluk kehidupan cowboy atau mengambil jalan pintas dengan gaya hidup jalanan dengan uang instan meski harus berdekatan dengan aktivitas ilegal. Smush kawan Cole dalam kisah ini juga tidak semata-mata hadir sebagai sosok yang memberi contoh buruk, ada motif yang cukup masuk akal dibalik tindakannya. Dalam poin ini, “Concrete Cowboy” memang hendak menggaris bawahi kehidupan urban komunitas kulit hitam yang dekat dengan keadaan ekonomi rendah yang menjadi faktor dari tindak kriminal yang menjadi “virus” bagi remaja dalam lingkungan tersebut.

Namun, terlalu fokus mengeksplorasi kehidupan di Fletcher Street (dengan komunitas cowboy, gentrifikasi, dan kriminalitas) membuat penulis melupakan perkembangan karakter dari Cole sebagai protagonis. Momen yang fokus pada perasaan dan impresi karakter Cole bisa dibilang cukup minim dan kurang ditunjukan kompleksitasnya, kita sedang melihat remaja bermasalah yang sedang mengalami gejolak dalam kehidupannya dengan masalah yang tidak bisa dibilang enteng dalam kisah ini. Membuat karakter Cole memang tampak fiksi dan kontras dengan keotentikan yang sudah berhasil diperlihatkan pada lingkungan Fletcher Street.

Sinematografi Kurang Dramatis, Produksi Secara Keseluruhan Sudah Otentik

Frame pertama dibuka dengan sinematografi yang cukup menjanjikan, setidaknya selama bagian prolog. Seperti film-film dengan konsep visual yang standar, sinematografi dalam film ini kurang konsisten untuk menghadirkan visual yang indah sepanjang film. Padahal ada beberapa adegan yang cukup dramatis dan artistik, salah satunya ketika seorang anak laki-laki melihat para cowboy Fletcher Street berkuda dari dalam bus yang sedang berjalanan. Memperlihatkan visual yang menggugah dimana para cowboy yang merupakan salah satu komunitas klasik yang masih terlihat di pemukiman urban pada era modern.

Ada juga adegan balap kuda yang sayangnya editingnya terlalu cepat dan kasar, jadi terasa kurang berkesan. Namun secara keseluruhan, ada panorama otentik dan unik yang bisa kita lihat dalam setting “Concrete Cowboy”. Tak berbeda dengan pemukiman cowboy yang biasa kita lihat di film klasik Hollywood; deretan rumah berhimpitan ala wild west, kita akan melihat pemukiman urban yang otentik sebagai pemukiman para cowboy kulit hitam modern.

Pada akhirnya, “Concrete Cowboy” merupakan salah satu film drama yang kembali menambah wawasan kita akan sebuah komunitas dan gaya hidup baru, kali ini komunitas cowboy kulit hitam di Philadelphia. Sesuatu yang otentik, original, dan masih jarang diekspose pada publik. Dengan kesadaran akan keberadaan komunitas ini, masyarakat luas (khususnya di Amerika Serikat) bisa ikut peduli dengan perjuangan mereka dalam menjalani kehidupan; dengan berkuda sebagai kesenangan dan mempertahankan tanah mereka.

Click to comment

Girl From Nowhere Girl From Nowhere

Rekomendasi Serial Drama Thriller Remaja di Netflix

Cultura Lists

When I Grow Up Disney Junior When I Grow Up Disney Junior

When I Grow Up: What Do Your Little Ones Want to Be When They Grow Up?

Cultura Lists

Shadow and Bone Review Shadow and Bone Review

Shadow and Bone: Serial Fantasi Berlatar Militer Kerajaan dengan Sihir

TV

Things Heard and Seen Things Heard and Seen

Things Heard & Seen: Percampuran Horror Supranatural dan Drama Rumah Tangga

Film

Advertisement
Cultura Live Session
Connect