Connect with us
black dresses
Photo via thefader.com

Music

Black Dresses: Forever in Your Heart Album Review

Kembali secara mengejutkan setelah mengumumkan bubar, Black Dresses membawa luka dan keputusasaan.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Luka dan kesedihan bukan tema yang asing dalam elektronik music. Dentuman synth drum, riff, gebrakan bass sampai permainan instrumen yang memekakkan telinga menjadi latar belakang sempurna dalam penggambaran hancurnya perasaan. “Noise” duo, Black Dresses menjadi satu antara sederet musisi yang mengangkat tentang keputusasaan dan rasa sakit dalam rilisannya.

Black Dresses sebelumnya mengumumkan pembubaran di tahun 2020. Tindakan tidak menyenangkan dari penggemar yang diterima oleh sang personil, Devi McCallion, berakhir dengan keputusan membubarkan band. Walau begitu, rupanya McCallion dan Ada Rook tidak benar-benar berhenti membuat musik. Keduanya memastikan masih akan meluncurkan album maupun rilisan lain; Walau Black Dresses tidak lagi hadir sebagai band.

black dresses

Photo: Twitter.com/BlackDresses666

‘Forever In Your Heart’ meluncur untuk menggenapi ‘Peaceful as Hell,’ yang dirilis beberapa minggu sebelum Black Dresses dipastikan bubar. Album yang dirilis melalui bandcamp selain dalam versi kaset ini dipenuhi oleh irama serta melodi statis. Berpadu dengan keputusasaan serta luka untuk masa kini, dan kebimbangan pada masa depan. Seperti juga ‘Peaceful as Hell,’ Rook dan McCallion masih setia dengan genre industrial-pop. Kali ini lebih berat dan mencekam berkat permainan digital hardcore, dengan metal riffs serta suara elektro yang berdecit-decit.

Duo yang berasal dari Toronto ini meramu album dengan elemen musik techno yang kaya. Diantara jeritan serta dentuman instrumen elektronik yang digunakan, terdapat bendungan perasaan, ketakutan, dan duka lara membuncah. Bisikan Rook di “PEACESIGN!!!!!!!!!!!!!!!!!” mengenai penggambaran bagaimana akhir jaman memulai album ini dengan sangat apik. Ditambah dengan metal riff, yang secara jelas terinspirasi dari Slipknot; Disusul dengan nyanyian pilu McCallion yang bertanya-tanya, “Could we make something beautiful?”

Track-track lain di album ini dipenuhi dengan berbagai distorsi. Tentu dengan jeritan serta teriakan yang menunggangi gebukan drum. Meski diklaim sebagai “noise” album, Black Dresses tidak luput menyisipkan melodi-melodi cantik yang menghanyutkan. Seperti dalam “Heaven” dan “Waiting42moro,” yang hadir sebagai track ballad. “Waiting42moro” memiliki tempo jauh lebih lambat dibandingkan track lain. Di track ini, Rook seakan menawarkan harapan untuk adanya tempat berteduh. “I can almost see, I can almost taste, I can almost touch that better place,” menjadi gema yang mengiringi sepanjang track.

Permainan emosi juga menjadi senjata lain dari beberapa track. “Silver Bells” menghadirkan lengkingan tinggi yang disusul dengan suara McCallion, bertanya-tanya apakah semua baik-baik saja dengan bisikan lambat “Are you ok?” Hadirnya beberapa track ballad, layaknya “Mistake” yang menyeruak dengan instrumen minimal membawa album ini seolah dalam rollercoaster ride. Pendengar diajak mengikuti alur permainan emosi melalui derapan synth sampai liukan instrumen elektro yang dimainkan. Teriakan yang penuh duka lara juga menjadi staple tersendiri dari Black Dresses yang masih disisipkan.

Puncak dari segala keresahan yang dinarasikan McCallion dan Rook dibawakan secara apik di track terakhir. “(Can’t) Keep It Together” mengiringi desahan McCallion yang menyuarakan perasaannya. “I couldn’t keep it together,” nyanyinya, “But it’s not that bad.”

Sebagai “noise” album dari “noise” duo, ‘Forever In Your Heart’ memberikan segala yang diinginkan pendengar. Ramuan instrumen elektro digubah dengan sempurna oleh Devi McCallion dan Ada Rook. Ditambah dengan vokal, walau dalam bentuk lengkingan, desahan, atau bahkan gumaman, yang tidak kalah apik dari keduanya.

Vokal memang tidak menjadi highlight utama dari album ini. Melainkan hanya sebagai media menyalurkan vibe dan emosi yang ingin disampaikan kepada pendengar.

Untuk itu secara luas, ‘Forever In Your Heart’ tidak kurang satu apapun. Album yang bisa dinikmati dengan nyaman. Sekaligus sukses menyampaikan pesan serta emosi dalam perasaan.

Click to comment

dua lipa brit awards 2021 dua lipa brit awards 2021

Dua Lipa Dominasi Panggung BRIT Awards 2021

Entertainment

Julia Michaels Julia Michaels

Julia Michaels: Not in Chronological Order Album Review

Music

The Armed The Armed

The Armed: ULTRAPOP Album Review

Music

Young Stoner Life Young Stoner Life

Young Stoner Life: Slime Language 2 Compilation Album Review

Music

Advertisement
Cultura Live Session
Connect