Connect with us
Black Beach Review
Netflix

Film

Black Beach Review: Konspirasi yang Kurang Teori

Kisah pengacara yang kembali ke kampungan halaman di Afrika.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Carlos (Raul Arevalo) adalah seorang pengacara yang sedang menanti kelahiran bayi perempuannya bersama sang istri, Susan (Melina Matthews). Hendak pindah ke New York untuk kehidupan yang lebih baik, Carlos menerima tawaran pekerjaan dengan upah tinggi; namun dengan risiko yang tak kalah menantang. Kembali ke Afrika, kampung halamannya, Carlos harus dihadapkan antara tugas atau menyelamatkan kawan lamanya dari ‘Black Beach’.

“Black Beach” merupakan Netflix Original Movie karya sutradara Esteban Crespo. Film Spanyol ini memiliki banyak konten di dalamnya. Mulai dari drama, thriller, action, dan konspirasi yang bersinggungan dengan politik. Dengan banyaknya niche yang hendak disuguhkan melalui “Black Beach”, apa sang sutradara telah berhasil menyajikan cerita dengan objektif dan plot yang jelas?

Black Beach Review

Latar Belakang Protagonis dan Karakter Pendukung yang Tidak Jelas

Kita akan tahu bahwa protagonis, Carlos, adalah seorang pengacara melalui premis yang sudah tertera. Namun, sepanjang film, cukup sulit untuk menangkap apa sebetulnya pekerjaan dan signifikansi Carlos dalam komunitas elit-nya. Mengapa Ia harus menaruh uang di dalam toilet kedai makanan? Mengapa seorang pengacara harus menerima tugas lapangan berhubungan dengan teroris?

Kemudian disebutkan bahwa Ia dipilih untuk menuntaskan sebuah misi ke Afrika karena Ia pernah tinggal di sana dan paham medan. Sebagai karakter dari ras kulit putih, tidak terlalu dijelaskan juga mengapa Ia pernah tinggal di Afrika. Membuat penonton jadi tidak yakin atau lupa kalau protagonis memang pernah tinggal di Afrika. Tak hanya protagonis beberapa karakter pendukung juga muncul tanpa latar belakang yang komplit sebagai karakter yang “hidup”.

Terlalu Banyak Detail yang Menimbun Inti Cerita

Seperti yang telah disebutkan, ada banyak isu, konflik, dan intrik yang tampak secara kasar pada “Black Beach”. Mulai dari drama (hubungan Carlos dengan istri, masa lalu Carlos dan hubungan dengan teman lamanya), terlihat pula permainan politik dan konspirasi tertentu, hingga adegan aksi yang berdarah dan dinamis. Namun secara singkat, film ini bisa dibilang tidak to-the-point.

Terlalu banyak deskripsi yang dijabarkan, itu pun tidak didasari dengan latar belakang atau faktor yang saling berhubungan dari awal hingga akhir. Ada ada momentum yang disajikan secara sinematik untuk menggaris bawahi adegan yang krusial dan perlu diberi perhatian lebih. Ketika babak akhir yang tampaknya terlihat seperti plot twist ditampilkan, kita jadi kurang informasi untuk memahami.

Hingga pada akhirnya, judul “Black Beach” sama sekali tidak signifikan dalam cerita. ‘Black Beach’ sebagai lokasi penjara dalam film ini pun hanya muncul beberapa menit sepanjang film. Setelah itu, tak ada lagi adegan di lokasi tersebut atau percakapan mengenai seluk beluk lokasi tersebut. Bagaimana cara kerja penjara, seberapa mengerikannya tempat itu sesungguhnya hingga membuat orang terkejut ketika disebutkan.

Adegan Tembak-tembakan Asal Ramai yang Kurang Terkonsep Secara Sinematik

Pada intinya, “Black Beach” sebetulnya lebih mengarah pada thriller drama, kemudian genre action ditambahkan sebagai pelengkap. Sayangnya, tidak ada adegan aksi yang ikonik dan memorable. Kita akan melihat beberapa adegan pembunuhan atau penembakan yang dilakukan oleh pihak militer yang tampak semenah-menah. Hingga mendekati akhir cerita, ada adegan aksi puncak dengan sekumpulan tentara bersenjata senjata yang naik mobil jeep dan helikopter. Namun, adegan pengejaran dan baku tembak yang dihadirkan asal ramai dan agresif saja, tidak ada logika dan konsep sinematik yang rapi.

Secara keseluruhan, “Black Beach” merupakan film action thriller yang ingin menyuguhkan konspirasi namun kurang teori. Tanpa pondasi latar belakang yang mantap, naskahnya juga tidak to-the-point.

Click to comment
Advertisement
Cultura Live Session
Connect