Connect with us
awtg

Film

Along With The Gods The Last 49 Days: Tiga Narasi Tentang Hidup Dan Mati

Bila sang sutradara tidak terlalu ambisius dengan menciptakan cerita dalam cerita, film ini akan menjadi lebih bagus lagi.

★ ★ ★ ★ ★
★ ★ ★ ★ ★

Along With The Gods: The Last 49 Days (2018) merupakan sekuel dari Along With The Gods: The Two World yang rilis delapan bulan sebelumnya. Sekuel ini berhasil mencetak rekor dengan 1,46 juta penonton di hari pertama rilis serta mencapai 9 juta orang di hari ke-11. Apakah sekuelnya sebagus film terdahulunya? Mari kita lihat.

Sutradara Kim Yong-hwa nampaknya berambisi untuk membuat kisah yang lebih pelik dengan memecah film menjadi tiga narasi yang berjalan masing-masing. Tentu saja tiap narasi saling berkaitan hanya saja memecah fokus sebuah naskah menjadi beberapa cabang tidak selalu berakhir mulu. Dan film ini adalah salah satunya. Seperti filmnya terdahulu, Along With The Gods: The Last 49 Days masih mengisahkan tiga pelindung alias malaikat maut yaitu Gang-rim (Ha Jung-woo), Haewonmak (Ju Ji-hoon), dan Lee Deok-choon (Kim Hyang Gi). Mereka bertugas membawa jiwa seorang tentara yang tidak sengaja terbunuh rekannya, Kim Soo-hong (Kim Dong-wook). Gang-rim berkeras bahwa kematian Kim Soo-hong tidak adil sehingga ia mengajukan banding. Raja Yeomra yaitu penguasa alam baka mengabulkan permohonan itu dengan syarat ketiga pelindung agar menjemput ruh Heo Choon-sam, seorang pria tua yang seharusnya sudah berpulang.

Alasan mengapa Heo Choon-sam tidak juga mati adalah ia dijaga oleh Dewa Penjaga Rumah (Ma Dong-seok). Lucunya, si dewa ini diceritakan dapat melakukan investasi layaknya manusia. Ia memilih produk obligasi dan telah berutang sebesar 300.000 dolar. Dewa Penjaga Rumah juga ngotot untuk tidak menyerahkan Heo Choon-sam karena ia tak mau cucu dari pria tua itu menjadi sebatang kara. Ternyata Dewa Penjaga Rumah mengetahui masa lalu dari ketiga malaikat maut. Atas kesepakatan, ia pun mengisahkan masa lalu dari Haewonmak dan Lee Deok-choon.

Naskah yang dibikin-bikin agar peluk justru terasa dangkal. Tiga narasi yang berjalan sendiri-sendiri, meski berkaitan, malah membuat film ini kehilangan fokusnya dan seperti tidak jelas ingin mengarah ke mana. Ketiga narasi seperti saling berebutan porsi. Penonton pun akan dibuat bingung. Ada hal-hal yang masih menggantung bahkan hingga film berakhir. Beberapa adegan bahkan terasa tidak perlu hingga mengada-ada seperti kehadiran dinosaurus ketika Gang-rim tengah mendampingi Kim Soo-hong menuju tempat sidang.

Meski demikian, harus diakui bahwa visual dari film ini sangat menarik. Alam baka digambarkan bertingkat-tingkat sesuai dengan dosa manusia. Tidak hanya dosa saja yang tercatat tapi juga perilaku malas dan sia-sia. Setiap perbuatan manusia digambarkan mendapat ganjaran yang setimpal. Along With The Gods: The Last 49 Days berhasil mengingatkan kita pada konsep pahala dan dosa, surga dan neraka tanpa terlihat untuk menggurui. Tanpa sadar kita akan berkaca pada diri sendiri, sudahkah hidup ini benar-benar bermanfaat?

“Despite the general bloat, The Last 49 Days has its share of little pleasures.”
– Elizabeth Kerr (The Hollywood Reporter)

Acting para aktor dan aktrisnya pun layak diacungi jempol. Ma Deong-seok sebagai dewa penjaga rumah berhasil mencuri spotlight. Ia galak tapi juga konyol. Ia bersikap seperti seorang manusia bahkan merawat Heo Choon-sam dan sang cucu seperti keluarganya sendiri. Begitu pula dengan ketiga malaikat maut. Gang-rim, Haewonmak, dan Lee Deok-choon tidak tampil menyeramkan hanya karena tugasnya adalah mencabut nyawa. Settingnya juga tidak tampak menakutkan meski kita sedang berada di neraka.

Pada dasarnya, film ini cukup bagus. Hanya saja bila sang sutradara tidak terlalu ambisius dengan menciptakan cerita dalam cerita, Along With The Gods: The Last 49 Days akan menjadi lebih bagus lagi. Efek visual yang ditampilkan pun tergolong keren meski rasanya aneh bila ada seorang tentara yang merasa takut dengan dinosaurus.

Script: 7/10
Cinematography: 8/10
Scoring: 8/10
Acting: 8/10
Setting: 8/10
CGI: 8/10

Click to comment

Leave a Comment

Connect