Connect with us
10 Lagu Indonesia Terbaik 2019
Kunto Aji | Image: Porostimur.com

Cultura Lists

10 Lagu Indonesia Terbaik 2019

Lagu Indonesia terbaik sepanjang 2019 versi Cultura.

Industri musik Indonesia mulai menggeliat beberapa tahun terakhir. 2019, menjadi sebuah puncak tersendiri dengan bermunculannya sederet lagu-lagu hits dari musisi tanah air. Jumlah pendengar musik Indonesia pun memperlihatkan peningkatan signifikan di tahun ini bila dibandingkan dengan sebelumnya. Dari sederet lagu-lagu rilisan musisi Indonesia di tahun ini, berikut kami rangkum beberapa yang terbaik.

Kunto Aji – Rehat

Kunto Aji menjadi salah satu musisi yang berjasa dalam geliat industri musik Indonesia tahun ini. Sederet rilisan dari sang musisi mencuri hati pendengar. Dentingan musik indie pop dari “Rehat,” ditambah dengan vokalisasi sang penyanyi menghadirkan senandung yang menangkan. Seperti judulnya. Sepertinya tak perlu disangkal bahwa “Rehat” menjadi salah satu rilisan terbaik dari Indonesia tahun ini.

Yovie, Tulus & Glenn – Adu Rayu

“Adu Rayu” menjadi hits baru dari Yovie Widianto. Kali ini tak sendiri, sang musisi menggandeng Tulus dan Glenn Fredly dalam lagu pop romantis. Salah satu daya tarik utama dari lagu ini hadir dari sisi nostalgia yang kental dalam iramanya. Yovie Widianto tak berusaha untuk membawa sebuah genre atau pun lonjakan baru dari rilisannya. Sebaliknya, ia setia dengan irama pop, yang kali ini diselingi dengan synth manis. Mendengarkan “Adu Rayu” tak hanya akan merasa sedang dirayu oleh sang kekasih. Melainkan seolah mendengar lagu dari tahun 2000-an dengan kemasan sedikit lebih modern.

Sal Priadi & Nadin Amizah – Amin Paling Serius

Musik indie pun menjadi salah satu penolong yang membawa musik Indonesia mencapai titik baru di tahun ini. Hadirnya musisi-musisi seperti Sal Priadi dan Nadin Amizah menjanjikan masa depan industri musik Indonesia lebih cerah. “Amin Paling Serius” hadir dengan sentuhan teatrikal serta lirik puitis. Tak sekedar indie pop, kedua musisi ini memperlihatkan kemampuan vokal sebagai “senjata” utama di lagu ini. Bahkan mungkin bisa dikatakan, iringan string yang menjadi latar belakang kalah dengan daya pikat dari vokal Sal Priadi & Nadin Amizah.

Isyana Sarasvati – untuk hati yang terluka

Satu lagi lagu dimana vokal sang penyanyi memiliki spotlight tersendiri. “untuk hati yang terluka” dibuka dengan vokal apik dari Isyana Sarasvati, disusul dengan dentingan piano yang benar-benar apik. Tempo yang meningkat serta tambahan timber menjadikan lagu ini semakin memukau. Kesan misterius pun semakin nampak saat memasuki bridge kedua. “untuk hati yang terluka” menjadi lagu terbaik lain dari Indonesia tahun ini.

Stephanie Poetri – I Love You 3000

Stephanie Poetri dan hits “I Love You 3000” menjadi salah satu kunci penting di musik Indonesia tahun ini. Tak hanya meraih popularitas di negeri sendiri, “I Love You 3000” pun membawa Stephanie Poetri dikenal luas di mancanegara. Sampai dirilisnya “I Love You 3000 II” bersama KPOP idol, Jackson Wang. Lagunya sendiri merupakan akustik minimalis dengan tempo sedang. Tipe lagu yang akan terdengar manis dibawakan dengan gitar dan suara vokal nan empuk. Ya, persis seperti bagaimana Stephanie Poetri menghadirkan rilisan satu ini.

Hindia – Membasuh ft. Rara Sekar

Sulit sebenarnya memilih satu lagu terbaik dari sederet rilisan Hindia tahun ini. Meskipun pilihan akhirnya jatuh pada “Membasuh” yang dibawakan bersama Rara Sekar. Masih mengusung musik pop indie dengan lirik dalam, suara dari Rara Sekar menjadi bumbu apik di “Membasuh”. Iringan gitar di lagu ini pun menjadi sebuah daya pikat tersendiri, seperti selayaknya lagu dari Hindia lainnya.

Andmesh – Hanya Rindu

Setelah sukses dengan hits “Cinta Luar Biasa,” hits ketiga dari Andmesh meraih sukses berikutnya. “Hanya Rindu” masih setia dengan musik pop dengan iringan musik minimalis di latar belakang. Lirik yang ditujukan kepada sang ibu yang sudah meninggal memberikan sisi emosional tersendiri untuk lagu ini.

Maudy Ayunda – Goodbye

Sebelum pergi meneruskan pendidikan di Stanford, Maudy Ayunda merilis single terbaru. Seperti judulnya, “Goodbye” menjadi lagu dengan pesan perpisahan di dalamnya. Lagu kali ini pun masih tetap menghadirkan musik minimalis di latar belakang. Suara dan vokalisasi dari Maudy Ayunda menjadi kekuatan utama dari hits satu ini.

Mocca feat Gardika Gigih – Ketika Semua Telah Berakhir

Perpaduan piano, flute, dan string menghadirkan kombinasi apik untuk “Ketika Semua Telah Berakhir.” Flute dipilih sebagai pembuka, disusul dengan piano dari Gardika Gigih, yang khusus digandeng untuk lagu ini. Mocca menghadirkan “Ketika Semua Telah Berakhir” sebagai lagu akustik melankolis dengan twist tersendiri. Hadirnya piano dari Gardika Gigih, tak perlu disangkal menjadi sentuhan manis di “Ketika Semua Telah Berakhir.”

Pamungkas – To The Bone

Indie scene Indonesia tahun ini pun diramaikan oleh Pamungkas. Sedikit berbeda dengan beberapa musisi indie lain, Pamungkas memang lebih tak canggung bereksperimen. “To The Bone” yang menjadi salah satu hits dari album rilisan tahun ini, ‘Flying Solo’ memperlihatkan hal tersebut. Perpaduan musik synth pop dengan tempo sedang di lagu ini menjadi hawa segar dari sederet rilisan indie yang setia pada akustik pop. Album ‘Flying Solo’ pun menghadirkan berbagai genre dan tempo berbeda di sederet tracknya.

Click to comment
Advertisement
Cultura Podcast
Connect